W4dgo4O8H60DAkzaBrOmThLWXI37G4Rn1PVTHQ0I

Mencatat blog

Mencatat blog - bunga rampai catatan

Sekarang 2026.

Catatan ini tentang perjalanan blogging dari awal pada 2013 hingga kini. Kurang lebih sudah 13 tahun. Namun, tidak ada yang tersisa dari blog-blog sebelumnya selain kenangan. Dan kenangan, seiring waktu dapat memudar. Catatan ini akan jatuh pada ke-aku-an dengan tingkat kekentalan tak terbayangkan. Oleh karenanya, dalam catatan tentang blog ini tidak akan berarti untuk siapa pun, kecuali untukku.

Memahami definisi blog

Ada beberapa kata yang memiliki definisi berbeda. Sebenarnya, kita dapat mengabaikan semua istilah teknis lalu melanjutkan menulis. Hanya saja, akan lebih baik untuk mengetahui maknanya satu per satu.

blog menurut KBBI V5 adalah catatan harian atau jurnal pribadi di internet yang dapat diakses oleh siapa saja. Sehingga, blog bisa bermakna Blogger, WordPress, HTMLy, atau lainnya. 

Blogger (dengan B besar) adalah platform blogging milik Google dengan URL blogger.com.

bloger (dengan b kecil) menurut KBBI V5 adalah narablog; pengeblog; blogger dalam bahasa Inggris.

blogging merupakan turunan untuk menyebut aktivitas bloger; mengeblog.

Dengan beberapa istilah tersebut, kalimat berikut akan memiliki arti yang lebih jelas:

Aku adalah bloger yang aktif blogging di Blogger yang menganggap blog sama dengan buku harian daring.

Perjalanan blogging dari waktu ke waktu

Sekarang, masuk ke catatan yang bersifat pribadi karena akan membicarakan tentang 'perjalanan', yang bagaimana pun, antara perjalananku dan perjalananmu sangat mungkin berbeda.

2013

2013 merupakan tahun yang mengawali perjalanan blogging. Tahun ini aku masih duduk di bangku SMK, mendaftar Blogger dengan domain catatan-absen32.blogspot.com yang sekarang ternyata masih ada.

Sungguh, blog yang keterlaluan. Semua keanehan blog yang dulu terasa keren masuk-berjubel begitu saja.

Blog tersebut menggunakan backgorund-image foto mantan, kursor bentuk pensil, teks yang mengikuti kursor dengan cara ganjil, teks title-bar yang berjalan, hover-link kelap-kelip, musik latar yang diputar otomatis, gambar bergerak bentuk CCTV yang berada di pojok kanan atas, burung Twitter yang hinggap di tiap heading saat discroll; untuk menyebut beberapa keanehan dan keganjilan blog itu.

Keinginan untuk mengedit template masih begitu membara. Kita tidak akan berpikir rumit tentang SEO, pun user-experience. Asal blog sesuai dengan harapan, meski itu membutuhkan loading seabad, tetap kita kompromi semuanya.

Entah kenapa sekarang di 2026, aku justru merindukan masa-masa blogging yang demikian bebas dan polos. Kejujuran anak remaja yang berada di mabuk asmara cinta monyet, yang tulisan di dalamnya membikin merinding di samping mual perut.

2014

Aku samar-samar mengingat ajakan seorang teman untuk melakukan (semacam) kejahatan siber deface; yang lebih akrab kita sebut pepes. Mencari website rentan kemudian tebas index, mengganti tampilannya dengan teks berwarna hijau bergerak dan latar belakang hitam, serta sebuah topeng anonimous yang melengkapi indikator keren saat itu.

Lebih lanjut, aku angkat tangan untuk kejahatan yang lebih gila. Dia sempat melakukan carding hingga sebuah bola sepak seharga 3,5 juta (aku masih ingat harganya) yang dibeli dari situs luar negeri menggunakan kartu kredit orang lain benar-benar dikirim dan sampai di depan pintu rumahnya.

Blogging pada masa itu cukup menarik. Sebab, aku masuk ke berbagai grup dan forum para bloger dengan username MrGreen1302. Bersama temanku itu, kami memamerkan hasil 'karya', sebutlah begitu, dengan kebanggaan masa remaja.

Kami juga sudah mulai memodifikasi jadwal pelajaran di SMK dalam file .bat. Itu file yang kita tulis di Notepad, menyimpan dalam bentuk .bat, dan menjalankannya via CMD. Sehingga, saat mengetik 'Senin' akan muncul jadwal di hari Senin, begitu juga untuk Selasa, Rabu, dan seterusnya.

Tetapi dari semuanya, yang paling berkesan adalah bermain gim di warnet. Dia adalah teman bermain Point Blank dan Lost Saga saat masih berada di bawah naungan Gemscool, serta Modoo Marble yang karenanya dia mendapatkan istrinya sekarang. Saat aku main Modoo Marble untuk membangun landmark, dia malah membangun rumah tangga. Sialan. Itu juga teman yang sering menawari paket malam di warnet dengan imbalan Ale-Ale dan mi goreng gratis.

Kami juga berjumpa dengan Pekalongan Community, meludahi keyboard komputer warnet karena kecepatan internet dibatasi menjadi 1 kb/s setelah ketahuan menggunakan cheat, dan meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Keesokan harinya, kita menggunakan cheat PKL yang lagi-lagi diketahui oleh pemilik warnet.

Itu masa-masa indah yang mustahil terulang sekarang.

2015

2015, aku menggunakan blog untuk kebutuhan yang lebih serius: menyontek.

Aku mesti lulus ujian praktik di SMK, sehingga aku membuat sebuah post di blog yang berisi backup Debian Server (mode teks). Sialnya, itu berhasil. Blog catatan-absen32.blogspot.com memberikan manfaat yang sebenarnya.

Dari situ pula aku belajar bagaimana bermain peran. Aku perlu tampak kebingungan di awal, lantas lima belas menit sebelum waktu habis, aku sudah selesai dengan ajaib. Guruku barangkali tahu, barangkali tidak, tetapi dia menerima hasil ujian setara siswa teladan pada umumnya.

Jadi, kalau kautanya tentang bagaimana instalasi teknis Debian Server, aku akan tangan sebelum pertanyaanmu selesai. Dan setelah itu, blog tersebut tidak kuurus hingga sekarang. Sepertinya kehadiran blog itu sudah cukup hanya sampai segitu.

2016

Ini merupakan awal perjalanan menyukai menulis; entah cerita, puisi, artikel, umpatan, dan semacamnya. Dulu tulisanku berantakan, meski sekarang tetap tidak lebih baik.

Aku membuat sebuah blog baru dan sudah berani menggunakan domain custom .com. Ingatan tahun ini masih cukup jelas, aku sering menulis, sehari bisa dua-tiga kali --tergantung jadwal berak. Menulis, bagiku saat itu, tak ubahnya berak. Sehingga setiap kali berak mengangkangi mulut kakus, aku membawa ponsel untuk menulis sesuatu. Dan karenanya, lahirlah sebuah buku berjudul "Narasi Lubang Jamban". Tugas blog ini akhirnya juga tuntas setelah buku tersebut terbit. Aku menghapus blog dan seluruh isinya.

2017

Keinginan untuk memiliki blog pribadi, atau semacam 'buku harian online' bangkit kembali. Aku membuat blog baru, dan lagi-lagi dengan domain custom. Tentu saja, nama domain berbeda dengan sebelumnya. Blog ini nantinya memiliki umur sedikit lebih panjang meski pada akhirnya binasa karena keuangan.

Domain custom .com saat itu mahal, sekitar 175 ribu/tahun, dan sekarang tambah keparat mahal. Aku semakin sering pergi ngising untuk menulis. Sehingga, apa yang kuhasilkan sebenarnya bukan tulisan, melainkan tahi.

Siapa tahu ada lagi penerbit yang punya selera pada tahi yang tertata.

2018

Tahun yang mulai ada pergeseran tujuan mulia blogging untuk menulis, menjadi blogging untuk menghasilkan uang. Aku daftarkan blog ke Google Adsense pagi hari, lalu mendapat kabar penerimaan pada sore hari.

Setelah diterima itulah aku tidak lagi (atau menjadi lebih jarang) menulis cerita dan pengalaman. Kebanyakan yang kutulis hanyalah artikel-artikel ringan yang sampah. Blog tersebut menjelma sebagai tong sampah.

Aku belum menyadari posisiku adalah budak Google karena menulis hanya untuk menyenangkannya. Lambat laun, tidak kutemukan 'aku' dalam setiap tulisan. Yang ada hanya optimasi-optimasi yang membuat tulisan jauh dari kata bernas.

Tetapi pada tahun yang sama, aku daftarkan beberapa domain custom lagi. Sebab kupikir akan menghasilkan lebih banyak jika sumbernya banyak. Serupa orang menjala ikan; semakin lebar jala, semakin banyak ikan tertangkap.

Hanya saja, kenyataan tidak berjalan searah dengan harapan. Ada beberapa persoalan, yang kebanyakan didominasi karena keuangan. Aku jual beberapa blog demi menutup operasional blog lain yang lebih aku prioritaskan.

2019

Mendapatkan uang sebagai pekerja lepas penulis konten. Ternyata, persoalan uang sempat terselesaikan pada tahun ini. Aku mampu menghasilkan uang yang cukup banyak, hingga 20 juta dalam seminggu. Yang karenanya aku terjerumus pada lubang-lubang jahanam dan keinginan-keinginan sialan yang sampai sekarang keputusan itu kusesali.

Masa-masa bebas sebagai mahasiswa akhir yang memiliki uang. Aku memiliki lebih banyak waktu melahirkan lebih banyak blog lagi. Kali ini menyewa hosting, menggunakan WordPress, membeli theme mahal, melakukan optimasi berbayar yang keterlaluan, dan merekrut beberapa orang untuk mengurusnya.

Yang terakhir kali itu cukup mengkhawatirkan. Dengan modal manajemen personalia yang masih nol besar, aku sering membuat kesalahan.

Satu per satu masalah bermunculan. Satu belum selesai, sudah disusul selanjutnya. Lubang-lubang semakin besar dan dalam. Dan setelah semuanya, aku terpaksa menjual semua aset blog dengan harga kacang goreng --termasuk akun Google Adsense-- setelah mencadangkan tulisan-tulisan di blog utama. Tulisan-tulisan itulah yang kemudian terbit menjadi buku kedua berjudul "Narasi Keluguan Binatang".

Setelahnya, kupikir aku tidak akan lagi bersinggungan dengan blog dan semacamnya. Aku hanya ingin menulis untuk langsung dibayar sebagai pekerja lepas penulis konten.

2020

Ternyata, masalah kehidupan dapat tuntas dengan sendirinya oleh waktu. Ya, begitu waktu yang angkuh dan gagah. Tidak akan menunggu kita benar-benar sembuh, malahan dia yang menyembuhkan. Waktu akan terus berjalan-menggilas bagaimana pun keadaan kita.

Aku tergiur untuk kembali memiliki blog, dan kali ini lebih serius. Aku menyewa programer untuk membuat blog afiliasi dengan basis sitem Laravel seharga 12 juta, hosting 3 juta per tahun, dan domain yang langsung aku registrasi 3 tahun ke depan.

Aku juga kembali merekrut penulis-penulis baru. Ini agak paradoks; aku seorang penulis konten namun menyewa penulis lain untuk mengelola blogku. Entahlah. Rasa-rasanya, memiliki uang akan selalu cenderung untuk menghabiskan.

2021

Aku membangun banyak blog lain lagi dengan basis WordPress; website berita, website wiki, portal lowongan kerja (loker), dan blog info hobi memancing ikan dan aquascape. Yang kusadari mengurus semuanya di satu waktu benar-benar mustahil.

Akhir 2021 (kalau bukan awal 2022) aku menjual semuanya lagi dengan harga gorengan untuk modal menikah.

2022

Menikah di usia 25, yang pada usia sama Baginda Rasulullah SAW juga menikah.

Persoalan menikah tidak bisa kuanggap main-main karena berkaitan dengan kehidupan akhirat. Aku adalah salah satu orang yang percaya dengan kehidupan setelah mati. Dan aku juga setuju bahwa menikah adalah separuh agama. Oleh karenanya, persoalan (atau ujian) dalam penikahan sungguh di luar nalar. Ngerinya bukan main.

Pekerjaan sebagai freelancer yang sebelumnya lancar-lancar saja, yang menjadi alasan mengapa aku berani menikah serta bertanggung jawab menghidupi keluarga, dengan cara ganjil tiba-tiba seret mirip keran air yang ditutup.

Kupikir tidak bisa terus-menerus meredakan kepusingan dan kekhawatiran dengan anggur. Sehingga, akhir 2022 aku membuat blog pribadi untuk mencatat keluh, kesah, erang, raung, dan semuanya. Aku kembali menggunakan custom domain di Blogger sebagai platform gratisan.

2023

Entah kenapa kenangan tentang blog pada tahun ini lebih samar daripada 2013 silam. Tahun seolah berjalan begitu cepat, terlalu cepat. Satu tahun tidak lebih lama dari satu kedipan mata. Sekarang 2022, berubah 2023, dan besok sudah 2024.

2024

Tahun ini ada yang lebih berkesan daripada blog. Pikiranku disibukkan oleh anak perempuan yang begitu lucu, yang pipinya ranum seharum mangga matang, yang karenanya aku menjadi ayah.

Aku juga mulai berpikir bahwa blog sudah tidak menghasilkan kecuali dengan menjualnya. 

Tidak ada manusia yang repot-repot membuka peramban untuk mencari sesuatu. Sekarang sudah digantikan oleh kecerdasan buatan yang benar-benar keparat. Kecerdasan buatan pula yang menjadi pelaku utama pekerjaan penulis konten berhenti begitu saja.

2025

Aku hampir menyerah pada semuanya. Tetapi, membunuh diri sendiri hanya karena belum bisa memenuhi kebutuhan keluarga agaknya tidak keren. Sehingga, aku kembali lagi registrasi domain dengan URL mengetik.com, yang sampai sekarang masih bisa kauakses. Melalui domain itu, aku menawarkan beberapa jasa; jasa tulis artikel dan banyak jasa lain.

Terhubung langsung dengan freelancer tanpa perantara. Menyediakan layanan kepenulisan, website, dan maintenance.

Kebiasaan menjual blog barangkali masih ada sampai sekarang. Aku beberapa kali mencoba menjual blog tersebut di media sosial, tetapi minat para bloger agaknya berkurang --untuk tidak menyebut menghilang. Kalau kau berminat dengan 'domain cantik' itu, bisa menukarnya dengan sejumlah uang.

Hubungi saja aku di halaman Kontak.

2026

Pada akhirnya di 2026, setelah semuanya, aku kembali ke Blogger gratisan; tanpa custom domain. Kembali ke sini seperti bagaimana pertama kali aku memasukinya pada 2013.

Dan pada akhirnya, setelah semuanya, aku tidak akan menutupi apa-apa. Aku akan menulis lagi, entah dengan mengangkangi mulut kakus atau tidak. Aku akan menulis sebebas-bebasnya seperti dulu, sejujur-jujurnya seperti dulu.

Juga pada akhirnya, setelah semuanya, seolah-olah perjalanan ini serupa jalur memutar. Banyak hal yang sama, seperti tulisanku belum membaik dan kondisi keuanganku masih berantakan. Bedanya, sekarang ayahku sudah berpulang, ibuku menjadi janda, adik-adikku menjadi yatim. Aku menjadi ayah; memiliki seorang istri yang sering dipuji orang-orang dengan 'cantik' dan seorang anak perempuan lucu yang sering dipuji orang-orang dengan 'pintar'.

Semacam penyesalan blogging

Barangkali tidak ada perjalanan yang begitu mulus dan lurus, apalagi perjalanan blogging. Aku seperti perlu memulai dari awal segalanya di usia yang terlanjur tidak muda. Mengucapkan selamat tinggal untuk blog-blog sebagai batu loncatan menuju entah, dan berakhir di blog bungarampaicatatan.blogspot.com ini yang juga menuju entah.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
Traktir kopi ☕

2 komentar

  1. Oh ini Rum, kau tidak menulis Rum, kau berak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bjir. Disamakan Pram wkwk, dan kau menyamakan dirimu sebagai Idrus. Kocak.

      Hapus
Komentar terbaru