W4dgo4O8H60DAkzaBrOmThLWXI37G4Rn1PVTHQ0I

Halo dunia!

Ini merupakan catatan pertama di blog bungarampaicatatan.blogspot.com. Aku hanya ingin menyapa. Blog ini lahir pada 1 Oktober 2026, sebagai penanda waktu saja.

Ada beberapa blog lain yang aku kelola, blog-blog itu berjalan di atas arsitektur CMS HTMLy dan WordPress. Namun, godaan blog gratis --tanpa sewa hosting dan domain-- lumayan kuat. Sehingga, hadirlah blog yang sedang kaupelototi sekarang.

Nah, seperti yang tampak, blog ini menumpang platform Blogger dengan domain gratisan. Sedangkan untuk tampilannya, aku menggunakan template dari Mbak Igniel. Kau bisa mengunjungi www.igniel.com untuk mendapatkannya secara gratis.

Barangkali, platform Blogger merupakan ejawantah sesungguhnya dari apa yang kusebut menulis sebebas-bebasnya dan sejujur-jujurnya.

Sebab, kau dan aku tidak perlu terikat langganan hosting dan domain; yang berarti kebebasan. Sekaligus bisa menulis apa saja; yang berarti kejujuran.

Halo dunia

Latar belakang menggunakan Blogger

Seharusnya, aku sudah merasa nyaman dengan HTMLy yang keparat ringan itu. Tetapi, beberapa waktu lalu melihat blog Agus Mulyadi di domain www.agusmulyadi.web.id menggunakan Blogger. Konsistensi sejak 2013 hingga sekarang di 2026 tetap menggunakan Blogger membuatku merinding.

Sebelum itu, aku juga melihat blog Amato Assagaf yang tidak perlu kutulis URL-nya di sini --sama-sama menggunakan Blogger. Dua contoh itu ditambah bebas langganan saja sudah cukup menjadi alasan mengapa aku perlu menggunakan Blogger, atau setidaknya memiliki blog di platform ini.

Terkait dengan apakah aku akan lebih aktif di sini atau di blog lain, aku pun tak tahu. Bisa jadi aku tidak aktif di keduanya.

Blogger, bagaimana pun juga merupakan produk Google yang dikebiri sendiri oleh mereka. Platform ini tidak mendapat pembaruan yang layak. Bahkan, kalau kaulihat aplikasi selulernya, jauh dari kata layak.

Itu tak urung membuat pengguna Blogger padam seketika. Itu justru menjadi semacam 'seleksi alam' untuk melihat mana bloger militan yang mampu bertahan, dan mana bloger lemah yang menyerah.

Tujuan dan isi blog

Tidak ada tujuan yang muluk. Aku hanya coba-coba, ingin memiliki semacam buku harian yang gratis sepenuhnya. Sedangkan isi blog, aku peringatkan kepadamu sekalian, bahwa sangat mungkin setiap tulisan di blog ini hanya akan jatuh pada ke-aku-an.

Jika demikian, maka harap maklumlah!

Tetapi, kalau harus ada tujuan, maka tujuanku adalah bertahan hidup. Aku sering heran mengapa ada manusia yang bisa (merasa) hidup tanpa menulis sama sekali. Bagaimana mungkin segala sengkarut yang ada di dalam batok kepalanya bisa menguap menjadi asap tanpa dituliskan. Hmm...

Selain itu, tulisan di blog bungarampaicatatan.blogspot.com ini bukan hanya tulisanku saja; ada tulisan orang lain juga. Yang mana bisa kaulihat langsung di label Tulisan orang. Tulisan yang menurutku menarik, dan sayang untuk diabaikan.

Kita di zaman sekarang sebenarnya memiliki akses ke sumber daya pengetahuan nyaris tak terbatas. Kita bisa mendapat informasi dari belahan dunia mana pun, bahkan dunia lain, tanpa perlu sejengkal pun beranjak dari tempat duduk.

Sayangnya, dengan segala macam kemudahan yang sudah disajikan di atas piring depan kita, justru menimbulkan keengganan tersendiri. Kita (atau aku) enggan untuk menyantapnya, lebih memilih informasi yang berasal dari pengalaman sendiri meski harus kompromi dengan kesakitan.

Dan segala kesakitan dan kesenangan dari mendapatkan pengalaman itulah yang kupikir perlu untuk dituliskan.

Harapan ke depannya

Harapan? Aih, harapan. Kata itu tiba-tiba muncul dengan sendirinya di pikiranku.

Harapan merupakan salah satu hal yang sudah binasa di dalam duniaku yang --belakangan-- kelam. Jika kau belum memahami apa itu kelam, kau bisa mencoba menggali tanah sedalam 1,5 meter, lalu berbaring di dalamnya tengah malam sendirian.

Dari dalam sana, akan kaulihat apa itu kelam.

Singkatnya, tidak ada harapan.

Aku tak lagi gusar dengan apa pun tentang dunia ini. Pun tentang tulisanku yang tidak kunjung membaik. Orang bisa hidup tanpa harapan, namun mustahil tanpa kenangan.

Kenangan itulah bahan bakar untuk terus menerima --segala takdir-Nya-- dengan kerelaan purna. Andaikan Dazai mengingat bahwa masa kecilnya tidak melulu soal kelamnya hidup, barangkali dia urung mengajak pelacurnya menceburkan diri ke danau; Dea Anugrah bisa jadi setuju dengan ini.

Jadi, kalau soal harapan, biar blog bungarampaicatatan.blogspot.com ini menemukan nasibnya sendiri. Aku hanya ingin menulis dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Akhir kata

Aku tidak ingin kata-kata berakhir begitu saja. Halo dunia, seharusnya menjadi gerbang masuk untuk membuka perjalanan singkat di dunia. Dan memang seharusnya demikian.

Serangkaian omong kosong cukup panjang dalam post pertama blog ini membuatku penasaran.

Kira-kira, kata apa lagi yang akan tersusun selanjutnya...

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
Traktir kopi ☕

2 komentar

Komentar terbaru